Rabu, 08 Agustus 2012

Perhatian mudah teralihkan, bagaimana pula dapat “bersungguh hati”

Ada tamu bertanya kepada Master Cheng Yen:
Perhatian saya sangat mudah teralihkan, ketika sedang melakukan sesuatu, saya selalu merasa kuatir akan bagaimana nantinya menangani urusan selanjutnya. Harap Master dapat memberi petunjuk bagaimana agar dapat bersungguh hati?

Master menjawab:
Jika kita tahu memanfaatkan waktu dan mencengkam momen sekarang juga, itulah bersungguh hati. Dalam melakukan sesuatu, kita harus dapat memusatkan perhatian dan hati harus seluas alam semesta. Bagaikan burung garuda yang selalu memusatkan perhatian untuk menyimpan energi dan setiap saat siap untuk beraksi, ketika angin datang menerpa, dia akan terbang dengan segenap kemampuannya dan kekuatan yang menggelora. Sesungguh hati adalah alamiah, bukannya sengaja dibuat-buat.

Tamu tersebut kembali bertanya:
Jika dengan bersungguh hati akan terbebas dari rintangan dan kemelekatan, namun kenapa bersungguh hati perlu memusatkan perhatian dengan segenap kemampuan, bukankah ada kontradiksi antara keduanya?

Master menjawab:
Ketika bersungguh hati dengan sepenuh perhatian, sama sekali tidak ada hati yang digunakan. Hati hanyalah sebuah nama sebutan saja, kebanyakan makhluk terjerat oleh nama sebutan. Kala berjalan atau makan, apakah anda sengaja bersungguh hati? Anda berjalan dengan nyaman dan leluasa, makan dengan lancar. Maka dikatakan, bersungguh hati tetapi “tidak menggunakan hati”.

Dikutip dari: Majalah Bulanan Tzu Chi edisi 103
 
容易分心,該如何「用心」?
 
客問:「我很容易分心,在做事的同時,會操心下一刻的事務該如何處理。請問師父:要怎樣才能用心?」

上人的回答:
知道利用時間、能夠把握當下、此刻,就是用心。做事要專注,心懷要如海天般寬廣。好比大鵬鳥,專注地蓄勢待發,一陣風來,即全力衝飛,氣勢磅礡。用心是自然而然,並非刻意造作的。

再問:「既然用心是可以無罣礙、不執著,但用心又必須是全力去專注,此兩者是否有所矛盾?」

上人的回答:
專注地用心時,根本無心可用。心只是一個名相而已,眾生大都被名相所縳。走路、吃飯時,你刻意用心了嗎?它是那麼自由自在地走得好、吃得順。所以說,用心而「不用心」。

本文摘自:《慈濟道侶》103

Tidak ada komentar:

Posting Komentar