Sabtu, 04 Agustus 2012

Makan Malam Mengharukan

Di AS ada seorang ibu single parent, pada siang harinya dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah keluarga kaya, pada malam harinya pulang ke rumah dan saling bergantungan untuk hidup terus bersama seorang putera yang berusia 4 tahun. Setelah majikannya tahu akan kondisi pembantunya ini, dia mengosongkan sebuah kamar di rumahnya dan memberitahukan pembantunya agar menjemput anaknya ke rumah ini dan mulai sekarang tinggal di rumahnya saja, semuanya serba gratis dan tidak akan memotong gajinya sepeser pun.
 
Pembantu ini hanya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan kalau dirinya tidak ingin merepotkan majikannya, majikannya juga tidak bersikeras, sehingga hal ini berlalu demikian saja. Sebetulnya pembantu ini memiliki kekhawatirannya sendiri, sebab dalam rumah majikannya ini, hanya kamar mandi saja ada sepuluhan unit, kamar mandi terkecil saja sudah lebih besar daripada rumahnya, dia tidak tahu apa dampak daripada perbedaan lebar antara kaya dan miskin bagi seorang bocah berusia 4 tahun.
 
Suatu hari, majikan akan mengadakan resepsi di rumahnya dan telah mengundang sangat banyak orang, akibatnya jumlah tenaga pembantu tidak mencukupi lagi. Majikan meminta pembantu ini agar hari ini pulang lebih lambat sebab kekurangan tenaga, pembantu setuju namun menyatakan agak khawatir akan puteranya, sebab biasanya anaknya akan merasa takut kalau tidak melihat keberadaan dirinya di malam hari. Majikan menganjurkannya untuk menjemput puteranya dan sekalian makan malam di rumahnya saja bersama-sama dengan para tamunya.
 
Ketika pembantu membawa anaknya datang, para tamu sudah berdatangan satu persatu, dia tidak membawa masuk anaknya melalui pintu depan, melainkan melalui pintu samping, kemudian menyembunyikan anaknya di dalam sebuah kamar mandi yang biasanya jarang dipergunakan oleh majikannya. Dia mengambil satu piring dari dapur, kemudian mengeluarkan sosis dan roti basah dari dalam saku bajunya, ini adalah makanan yang khusus dibelikan untuk anaknya dalam perjalanan pulang tadi. Anak ini belum pernah melihat kamar yang sedemikian bergaya dan mewah, dia tidak kenal akan kloset duduk, tidak kenal akan aneka ragam botol-botol dan kaleng-kaleng di atas meja wastafel dari batu marmer, bau harum di dalam ruangan membuatnya merasa bahagia sampai hampir pingsan.
 
Pembantu memberitahukan anaknya, karena dia masih anak-anak, maka tidak boleh makan bersama orang dewasa dalam di resepsi ini, kamar ini adalah kamar yang khusus disediakan oleh majikan rumah untuknya. Anak ini ingin menaruh piring di atas meja wastafel, namun karena sosoknya terlalu rendah, terpaksa ditaruh di atas penutup kloset saja, dia duduk di atas lantai keramik yang indah, sambil bersenandung ria menyantap makanan enak yang biasanya sangat jarang dinikmatinya.
 
Dengan segera majikannya menyadari kalau dalam aula resepsi yang besar dan mewah, tidak tampak sosok seorang anak kecil, dia lalu bertanya kepada si pembantu. Pembantu menjawab dengan terbata-bata bahwa dirinya terlalu sibuk, sehingga tidak bisa menjaga anaknya, mungkin anaknya sedang bermain-main di lapangan rumput luar rumah. 
 
Majikan seakan mengerti sesuatu, dia meninggalkan aula resepsi dan mencari-cari ke segenap pelosok rumah dan akhirnya berhasil menemukan anak ini di dalam sebuah kamar kecil di pojok rumah. Majikan menanyakan mengapa si anak makan di sana, tahukah tempat apa ini? Anak ini menjawab bahwa ibunya mengatakan kalau kamar ini adalah kamar yang khusus disediakan oleh pemilik rumah untuknya, sosis hari ini sangat enak dan dia telah lama tidak mencicipinya, anak ini kemudian bertanya siapa dirinya dan apakah boleh menemaninya makan sosis bersama-sama.

Majikan menganggukkan kepala sambil menahan air matanya, dia kemudian tersenyum dengan wajah paling berseri di hadapan anak ini, tanpa perlu bertanya apa-apa lagi.

Seketika, dia teringat pada pengalamannya ketika bersama ayah ibunya datang ke New York dulu, saat itu mereka juga sangat miskin dan menjalani masa-masa penuh kesusahan.

Sekembalinya ke aula resepsi, majikan berkata kepada para tamu bahwa dia ingin minta maaf kepada semuanya, karena dia harus menemani seorang tamu istimewa, jadi para tamu dipersilahkan menikmati semua hidangan tanpa dirinya.

Sehabis bicara, dia mengisi dua piring besar dengan jenis makanan yang biasanya disukai oleh anak-anak dan dibawa ke kamar kecil tadi, dia meniru tindakan anak ini dan meletakkan makanan di atas penutup kloset, dia juga duduk di lantai dan berkata pada si anak, sayang kalau ruangan bagus dan makanan enak ini hanya dinikmati seorang diri, biarlah berdua sama-sama makan malam di sini.

Majikan dan anak ini lalu makan sambil bernyanyi-nyanyi, juga berbincang tentang banyak hal, dia ingin anak berusia empat tahun ini meyakini bahwa ibunya adalah seorang ibu yang paling rajin dan paling luhur di dunia ini, jadi anak ini sepatutnya merasa bangga dan setelah dewasa nanti harus berbuat banyak hal untuk ibunya, sampai saat ini si anak masih belum tahu kalau ibunya hanya seorang pembantu rumah tangga saja.

Para tamu merasa heran mengapa penghuni rumah tidak kembali lagi setelah membawa pergi dua piring besar berisi makanan, mereka juga pergi mencarinya dan menemukan ada dua orang yang duduk di atas lantai, sambil makan di samping penutup kloset, mereka bagaikan sepasang ayah dan anak, semua orang merasa sangat terguncang jiwanya oleh pemandangan ini.

Semua hadirin yang tergolong masyarakat golongan atas atau tokoh menonjol ini berbondong-bondong datang dengan membawa gelas dan makanan, dengan segera kamar kecil ini menjadi penuh dengan orang, semua orang menyanyikan lagu-lagu yang enak didengar untuk si anak sebagai ungkapan pemberkatan bagi anak ini, semua ini membuat si anak meyakini bahwa ibunya adalah seorang ibu yang paling dihormati di dunia ini, sedangkan dirinya adalah orang yang paling beruntung di dunia ini.

Banyak tahun kemudian, setelah anak ini tumbuh dewasa, dia bukan saja memiliki usaha sendiri, juga membeli sebuah rumah besar dengan beberapa kamar kecil di dalamnya, dia juga masuk ke dalam pergaulan masyarakat golongan atas.

Setiap tahunnya, dia menyumbangkan banyak uang kepada kaum miskin tanpa mencantumkan namanya, dia juga tidak pernah mengadakan upacara penyerahan dana sumbangan atau menerima wawancara, dia menyampaikan kepada teman-temannya yang kurang mengerti akan tindakannya bahwa dirinya tidak pernah melupakan sebuah peristiwa pada banyak tahun lalu, di mana pada suatu hari ada seorang kaya dan banyak temannya yang juga kaya menggunakan ketulusan hati dan pengetahuan intuitif mereka untuk menjaga harga diri dari seorang anak yang berusia empat tahun.
 
感人晚餐
 
美國有一個單親母親,白天在富人家裏做女傭,晚上回家與四歲的兒子相依為命。 主人知道了女傭的情況後,給她和孩子騰出個房間,說,把孩子接來吧,今後你們吃住都在我家裏,一切免費,不扣你的一分錢薪水。

女傭道了謝,說算了,不麻煩你們了,主人沒再堅持,這個事就過去了。 其實女傭有自己的擔心,主人家的大房子裏,光洗手間就十幾個,最小的洗手間,也比她家的房子大,她不知道在貧窮與富有的巨大落差前,對一個四歲的孩子將會產生什麼影響。

一天,主人要在家裏請客,要請好多好多人,人手明顯的不夠了。 主人與女傭商量說,今天您能不能晚點回家,我這裏缺人手,現找來不及,只好麻煩您了。 女傭說,行啊,就是有點擔心我的兒子,他晚上見不到我會害怕的。 主人說,這好辦,您現在就去把他接過來,晚飯在我這裏吃,和客人一起吃就行了。

女傭把兒子接過來時,客人正陸續抵達,她沒領兒子從正門進來,走的側門,然後把他藏在一間主人不大光顧的洗手間裏。 她從主人廚房裏拿來一個盤子,從自己口袋裏掏出香腸和麵包,這是她在回家路上特意給兒子買的。 孩子從來沒見過這麼氣派和華麗無比的房間,他不認識抽水馬桶,不認識大理石洗漱臺上擺放的那些色彩斑斕、晶瑩剔透的瓶瓶罐罐,屋裏好聞的氣味,讓他幸福到 簡直要暈倒了。

女傭告訴兒子說,媽媽帶你來參加宴會,你是小孩,不能和大人一起吃,這是宴會主人特意為你準備的單間。 孩子想把餐盤放到洗漱臺上,但他個頭太矮,有點夠不著,只好放到了馬桶蓋上,他坐在漂亮瓷磚鋪就的地面上,一邊唱歌,一邊吃著這些平時很難吃到的美味佳餚。

很快,在富麗堂皇的宴會大廳裏,主人沒發現孩子的身影,就去問女傭。 女傭支支唔唔的說,我一直在忙著,沒時間照看他,也許,或許,可能,他是在外面的草坪上自己玩吧。

主人似乎明白了什麼,他離開宴會大廳,把整幢房子的所有房間都找遍了,最後在一個位於角落的洗手間裏,找到了孩子。 主人問,你怎麼能在這裏吃東西呀,你知道這是什麼地方嗎? 孩子答,我媽媽說,這是宴會主人特意為我準備的單間,今天的香腸太好吃了,我好久好久沒吃過了,對了,你是誰呀,這麼好吃的香腸我可不能一個人吃,你願意 陪我在這裏吃這些美味嗎?

主人強忍淚水點了點頭,用最燦爛的笑容面對著孩子,他也不需要再問什麼了。

此刻,他想起了當初隨父母來紐約的經歷,那時他們也很貧寒,也經歷過十分艱辛的時期。

回到宴會大廳,主人對客人們說,很抱歉了朋友們,我現在必須得去陪一位特殊的客人,請大家慢慢享用吧,我不能和你們共進晚餐了。

說完,他裝了滿滿兩大盤子孩子能愛吃的佳餚,端到洗手間裏,他模仿孩子的樣子,也把餐盤放到馬桶蓋上,也坐在地上,然後對孩子說,這麼好的一個單間和美食,你一個人獨享就可惜了,來來來,讓我們一起吃晚餐。

主人和孩子一邊吃著東西一邊唱歌,也聊了很多話題,他讓這個四歲的孩子堅信,他的母親是世界上最勤勞、最偉大的母親,你不但應該為她感到驕傲,長大以後還要為她做些事情,而孩子直到現在也不知道他的母親僅僅是傭人。

客人們發現主人端走兩大盤子食物後,再也沒回來,覺得蹊蹺,也去尋找,當他們看到情同父子的兩個人坐在地上,圍著馬桶蓋吃東西的場面,被深深震撼了。

這些被稱為上層人士或社會精英的人們,端著酒杯和美味紛紛趕過來,很快把洗手間擠滿了,大家給孩子唱了好多好聽的歌曲,表達了太多美好的祝願,這些都讓這個孩子確信,他的母親是最令人尊敬的母親,而他,則是世界上最幸福的人。

很多年後,這個孩子長大成人,他不但擁有了自己的事業, 也買下了擁有幾間洗手間的大房子,進入到上流社會。

每年,他以匿名方式捐了很多錢給窮人,但從不舉行捐贈儀式或接受採訪,他對始終不理解的朋友們說,我永遠忘不了在很多年前的某一天,有一位富人和太多的富人,用他們的誠懇與良知,維護了一個四歲孩子的自尊。
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar