Tampilkan postingan dengan label Master Cheng Yen Menjawab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Master Cheng Yen Menjawab. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Januari 2013

Bagaimana menghentikan nafsu keserakahan akan harta kekayaan?

Ada orang yang bertanya kepada Master Cheng Yen:
Ibu kami sangat serakah akan harta kekayaan dan sangat gila duit, demi uang rela mengorbankan keluarga dan martabat diri, kami sebagai anak jadinya sering bertengkar dengannya, bahkan merasa sangat terganggu dan menderita oleh perbuatannya, kami sama sekali tidak dapat memahami mengapa beliau berbuat demikian?

Master menjawab:
Kondisi batin ibu anda yang gila duit itu mungkin disebabkan oleh karena dirinya merasa serba kekurangan dan tidak memiliki perasaan aman, sebagai anak harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menguji batin kalian sendiri dengan lebih banyak bersimpati kepada beliau. Pergunakan cinta kasih dan berikan belas kasih kalian padanya, perlakukan beliau dengan hati cinta kasih yang seluas samudera, jika memungkinkan bawa beliau ke rumah sakit untuk menyaksikan kesedihan orang lain akibat derita dilahirkan, menjadi tua, sakit dan mati, biar dia merasa bersyukur karena masih memiliki jasmani yang sehat, juga tidak kekurangan duit untuk dipakai, mungkin ini akan dapat membantu kondisi batinnya agar lebih seimbang dan stabil. Jika sifat ibu anda tidak juga berubah, maka sebagai anak, kalian yang harus merubah perlakuan kalian terhadap beliau dengan lebih lebih banyak bersumbangsih dan lebih banyak mengalah kepadanya, lambat laun tentu akan dapat memberikan pengaruh dan menimbulkan penyesalan pada diri beliau. Saya yakin kalau batin ibu kalian lebih menderita daripada kalian sendiri, sebab nafsu keinginan beliau tiada habis-habisnya.

Dikutip dari Tabloid Tzu Chi edisi 120
 
如何停止貪財的心念?
 
有人問:母親十分貪財,嗜錢如命,為了金錢可以犧牲親情和人格,子女不但常和母親起衝突,更感到莫大的困擾與痛苦,根本不能諒解母親的作為。

上人開示:母親愛財的心態,可能是基於她極度匱乏、久缺安全感所致,子女要藉事練心、多體諒母親。用慈施悲,以寬大的愛心對待她,可能的 話,帶她去醫院看看人間的生老病死等苦離,讓她欣慰自己身體健康,又不缺錢使用,或許可以幫助她的心態趨於平衡、穩定。母親如果不改變,則由子女來改變對 她的態度,對她多付出、多寬讓,久而久之自然能引導她生出懺悔的心。我相信母親比子女更痛苦,因為她所要的永無止盡。

本文摘自《慈濟道侶》120

Apakah Tzu Chi hanya mendalami “Sutra Amitharta” (Sutra Makna Tak Terhingga) sebagai konsep pemikiran sentral satu-satunya?

Ada orang bertanya kepada Master Cheng Yen:
Apakah Tzu Chi hanya mendalami “Sutra Amitharta” (Sutra Makna Tak Terhingga) sebagai konsep pemikiran sentral satu-satunya?

Master menjawab:
Konsep pemikiran dalam “Sutra Amitharta” adalah jumlah tiada terhingga berawal dari satu benih dan satu benih bisa tumbuh menjadi tiada terhingga. Saya sering mengatakan “Pohon besar sekali pun tumbuh dari tunas sangat kecil”, di dunia ini asal ada niat di hati, walau “niat di hati” ini tidak terlihat dan tidak dapat diraba, namun dapat membawa keberhasilan bagi hal-hal yang tiada terhingga jumlahnya. “Sutra Amitharta” menjelaskan hal ini dengan sangat jelas dan semangat Tzu Chi memang berasal dari sini, hati Bodhisattva dari insan Tzu Chi bagaikan air yang jernih, tanpa kontaminasi dan tanpa warna.
 
慈濟是否以《無量義經》做為中心思想一門深入?
 
問題:慈濟是否以《無量義經》做為中心思想一門深入?

上人的回答:《無量義經》的思想是,無量為一,一為無量。我常常說「合抱之樹,始於毫芒」,普天之下,只要有心,這個「心」雖然看不到,摸不著, 但卻可以成就無量事。《無量義經》對這些說的非常清楚,慈濟的精神就是從此而生,慈濟人這一片菩薩心,像一灘清淨的水,無染無色
 

Rabu, 08 Agustus 2012

Apakah Buddha adalah orang suci atau dewa?

Ada orang bertanya kepada Master Cheng Yen:
Mengapa kita menganggap Sang Buddha sebagai orang suci, bukannya sebagai dewa?

Master menjawab:
Dewa dan iblis berada dalam satu jalan, sebab masih memiliki hawa amarah dan kebencian, makanya mereka masih mengikuti ikatan karma dan terlahir di tiga alam samsara. Sedangkan para Buddha dan Bodhisattva sangat mengasihi semua makhluk bagaikan ibu mengasihi anak, tanpa keluhan, tanpa penyesalan dan tanpa pamrih; dari itu, Sang Buddha adalah orang suci dan bukan dewa, dewa sangat jauh dari umat manusia, sedangkan orang suci senantiasa berada di sekitar kita.

Dikutip dari buku “Kata Perenungan Master Cheng Yen Jilid I”
 
佛是聖人還是神?
 
有人問:為何要將佛聖化,而不可神化?

上人開示:神鬼同道,因為他還有瞋心在,所還會隨業轉於三界內。而佛菩薩疼愛眾生,如母之愛子,無怨無悔無求;因此佛是聖人而非神,神離人很遠,而聖人隨時在我們周圍。

本文摘自:《證嚴法師靜思語第一集
 

Setelah bersabar, bagaimana pula cara menghilangkan perasaan telah bersabar ini?

Ada orang bertanya kepada Master Cheng Yen:
Master pernah mengatakan jikalau bersabar saja tidak cukup, kita masih harus menghilangkan perasaan telah bersabar ini, bagaimana pula cara kita melakukannya?

Master menjawab:
Mengumbar emosi hanya merupakan pikiran sesaat, asal pada momen itu kita mau sedikit merubah pola pikir dan meminum “empat ramuan berkhasiat Tzu Chi”, yaitu tahu berpuas diri, bersyukur/berterima kasih, penuh pengertian dan bertenggang rasa, semua api kebencian dan amarah akan hilang dengan sendirinya.

Sebab jika tahu berpuas diri dan penuh pengertian, maka kita tidak akan berhitungan dengan orang; jika dalam setiap hal tahu berterima kasih dan bertenggang rasa pada orang, maka api amarah tidak akan bangkit. Semua orang dan semua hal di sekitar kita merupakan faktor pendukung untuk mencapai keberhasilan dalam pengasuhan kepribadian diri kita, jika kita selalu meminum obat mujarab berupa empat ramuan berkhasiat Tzu Chi yang mampu menurunkan gejala demam panas, pasti kehidupan kita akan nyaman dan bebas dari beban pikiran, sehingga dengan sendirinya kehidupan akan menjadi lebih menyenangkan.

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 6 Juni 1999
Dikutip dari Jurnal harian Master Cheng Yen edisi musim panas tahun 1999
 
忍一口氣之後,如何消化掉?
 
問題:上人曾說忍一口氣還不夠,要吞下那口氣並消化掉,這如何才能做到?

上人的回答:
發脾氣只是瞬間的念頭,只要當下稍微轉變觀念,喝下「慈濟四神湯」──知足、善解、感恩、包容,瞋怒怨氣自然消散。

因為懂得知足、善解就不會計較;事事感恩、包容,怒氣就生不起來。周遭的人事環境無不在成就我們的品格,常喝慈濟四神湯這清涼退火的妙藥,生活必然輕安又自在,人生自然可愛。

上人開示於199966
本文摘自:《證嚴法師衲履足跡》1999年夏之

Perhatian mudah teralihkan, bagaimana pula dapat “bersungguh hati”

Ada tamu bertanya kepada Master Cheng Yen:
Perhatian saya sangat mudah teralihkan, ketika sedang melakukan sesuatu, saya selalu merasa kuatir akan bagaimana nantinya menangani urusan selanjutnya. Harap Master dapat memberi petunjuk bagaimana agar dapat bersungguh hati?

Master menjawab:
Jika kita tahu memanfaatkan waktu dan mencengkam momen sekarang juga, itulah bersungguh hati. Dalam melakukan sesuatu, kita harus dapat memusatkan perhatian dan hati harus seluas alam semesta. Bagaikan burung garuda yang selalu memusatkan perhatian untuk menyimpan energi dan setiap saat siap untuk beraksi, ketika angin datang menerpa, dia akan terbang dengan segenap kemampuannya dan kekuatan yang menggelora. Sesungguh hati adalah alamiah, bukannya sengaja dibuat-buat.

Tamu tersebut kembali bertanya:
Jika dengan bersungguh hati akan terbebas dari rintangan dan kemelekatan, namun kenapa bersungguh hati perlu memusatkan perhatian dengan segenap kemampuan, bukankah ada kontradiksi antara keduanya?

Master menjawab:
Ketika bersungguh hati dengan sepenuh perhatian, sama sekali tidak ada hati yang digunakan. Hati hanyalah sebuah nama sebutan saja, kebanyakan makhluk terjerat oleh nama sebutan. Kala berjalan atau makan, apakah anda sengaja bersungguh hati? Anda berjalan dengan nyaman dan leluasa, makan dengan lancar. Maka dikatakan, bersungguh hati tetapi “tidak menggunakan hati”.

Dikutip dari: Majalah Bulanan Tzu Chi edisi 103
 
容易分心,該如何「用心」?
 
客問:「我很容易分心,在做事的同時,會操心下一刻的事務該如何處理。請問師父:要怎樣才能用心?」

上人的回答:
知道利用時間、能夠把握當下、此刻,就是用心。做事要專注,心懷要如海天般寬廣。好比大鵬鳥,專注地蓄勢待發,一陣風來,即全力衝飛,氣勢磅礡。用心是自然而然,並非刻意造作的。

再問:「既然用心是可以無罣礙、不執著,但用心又必須是全力去專注,此兩者是否有所矛盾?」

上人的回答:
專注地用心時,根本無心可用。心只是一個名相而已,眾生大都被名相所縳。走路、吃飯時,你刻意用心了嗎?它是那麼自由自在地走得好、吃得順。所以說,用心而「不用心」。

本文摘自:《慈濟道侶》103

Bagaimana cara menyelaraskan kepekaan dengan logika?

Ada orang bertanya pada Master Cheng Yen:
Dalam proses pengelolaan sebuah perusahaan, biasanya logika dan kepekaan harus bercampur jadi satu, namun diantara keduanya pasti ada kontradiksi, bagaimana cara yang lebih baik untuk menyelaraskan keduanya?

Master menjawab:
Paling baik kalau kepekaan dan logika dapat seimbang di dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran Buddha disebut dengan kewelas asihan dan kebijaksanaan, keduanya tidak bisa diabaikan, jika harus dikatakan yang manakah yang lebih penting, saya beranggapan kepekaan lebih penting daripada logika. Jika terlalu berpegang pada logika, tentu menjadi kurang peka, kehidupan acuh tidak acuh terhadap orang lain seperti ini akan membuat seseorang tidak memiliki daya pendorong lagi untuk lebih maju.

Perasaan antar sesama merupakan kekuatan pendukung bagi diri kita untuk lebih aktif menuju sasaran kehidupan kita. Jadi sebaiknya keduanya dapat seimbang, kalau tidak maka lebih baik bertambah peka sedikit, logika berkurang sedikit juga tidak apa-apa. Tetapi paling baik kalau kewelas asihan dan kebijaksanaan dapat berjalan seiring, jika harus dipilih salah satunya, lebih baik memilih kewelas asihan saja, sebab orang yang benar-benar memiliki cinta kasih yang jernih, dengan sendirinya akan dapat membangkitkan kebijaksanaan di kala dirinya sedang menerapkan kewelas asihan.

Dikutip dari Jurnal Harian Master Cheng Yen edisi musim panas tahun 1999
 
感性與理性如何協調
 
有人問:在企業經營過程,通常理性和感性要融合在一起,但在兩者當中,一定有很多矛盾的地方,應該怎麼協調比較好?

上人開示:感性與理性在日常生活中最好能平衡。在佛教來說就是慈悲與智慧,兩者不可偏廢,如果一定要說哪樣比較重要,我認為感性比理性重要。太過於理性缺少感性,這種冷漠的人生,會使人沒有前進的動力。

人與人之間的感情,是支持我們朝向積極人生目標邁進的力量。所以兩者最好能平衡,要不然的話,寧可感性多一點,理性少一點還不要緊。最好慈悲、智慧能平行,如果二者僅能擇其一,寧可選慈悲,因為一個具有真正清淨愛心的人,自然能由慈悲產生智慧。

※本文摘自:《證嚴法師衲履足跡》 一九九九年.夏之
 

Takdir? Mentakdirkan?

Ada orang bertanya kepada Master Cheng Yen:
Bagaimana caranya Master menghadapi takdir? Bagaimana pula mengendalikan takdir?

Master menjawab:
Menurut pandangan beragama saya adalah bersikap optimis dan rela melepaskan dalam segala masalah, ketika terjadi kemunduran, terimalah dengan suka cita dan terus bekerja keras untuk mengatasi masalah. Dalam tindakan sehari-hari harus bersumbangsih dengan tanpa persyaratan dan tanpa mengharapkan balasan. Berbuat dengan sangat gembira dan berbuat demi mendapatkan kegembiraan, inilah “rela bersumbangsih dengan suka cita”, jika rela bersumbangsih dengan suka cita, tentu pikiran akan terang dan jernih, bebas dari beban pikiran, dan riang. Jangan terlalu mempedulikan apakah kita yang dikendalikan oleh takdir atau kita yang mengendalikan takdir, kita hanya perlu menunaikan kewajiban diri pada momen sekarang juga, demikian saja sudah cukup.

Dikutip dari Majalah Bulanan Tzu Chi edisi 142
 
命運?運命?
 
有人問:師父是如何面對命運?如何運命?

上人開示:依我的宗教觀而言,凡事看得開、放得下,挫折來時,要歡喜承受,要努力去解決問題。平常行事則無條件、不求回報的付出。做得很高興,為高興而做,這就是「喜捨」,能喜捨,心念清明則自在愉悅。不必在意是命轉我或我轉它,我就是守住自己當下的本分,如此而已。

本文摘自:《慈濟道侶》142

Apakah pengetahuan itu luas tanpa batas?

Ada orang bertanya kepada Master Cheng Yen:
Saya sudah pun menjadi seorang guru, mengapa masih perlu menjalani pendidikan?

Master menjawab:
Dalam belajar itu tiada habis-habisnya. Pengetahuan yang harus diwariskan kepada murid, juga pengetahuan yang belum kita pelajari, apalagi prinsip kebenaran sebagai seorang manusia, jadi kita harus setiap saat terus menerus mencari kemajuan.

Meski pun pengetahuan di dunia ini sangat luas, namun ada sejenis pengetahuan yang luas tanpa batas, yaitu ajaran Buddha; pembelajaran ajaran Buddha merupakan pembelajaran yang luas tanpa batas.

Dikutip dari “Almanak Tzu Chi
 
學問是無窮無盡的嗎?
 
有人問:我們都已經當老師了,為什麼還要教育?

上人開示:學無止境。要傳授給學生的知識,還有我們本身尚未學到的,更何況做人的道理?所以要時時刻刻不斷的向上追求。

世間的學問縱然廣博,但有一種學問更是無窮無盡,那就是佛法;佛陀的教育就是無窮無盡的教育。

本文摘自:《慈濟年鑑

Bagaimana caranya menemukan kemantapan dalam kehidupan?

Ada orang bertanya kepada Master Cheng Yen:
“Apa yang merupakan kekuatan paling mantap dalam kehidupan ini?”

Master Cheng Yen menjawab:
Seberapa banyak pun harta kekayaan seseorang, juga tidak akan terbawa pergi saat mati nanti; seberapa hebat pun bakat kemampuan seseorang, juga tidak akan dapat menjamin kehidupannya bakal stabil seumur hidup; dalam kehidupan nyata, semuanya bagaikan khayalan dan selalu berubah-rubah.

Lalu apa pula yang merupakan kekuatan paling mantap dalam kehidupan ini? Ini harus ditemukan pada “the ultimate concern” atau suatu keprihatinan mendasar/kepentingan mutlak dalam kehidupan. Hanya di sini, ketika seseorang memiliki keprihatinan mendasar/kepentingan mutlak dalam kehidupan (misalnya agama), maka tak peduli berada dalam kondisi apa pun atau menghadapi masalah apa pun, dia akan terus melangkah maju dengan mengikuti tujuan pokok dan arah tertentu.

※ Dikutip dari buku “Kata Perenungan Master Cheng Yen Jilid 1”
 
如何在生活中找到踏實感?
 
有人問:「什麼才是生命中最踏實的力量?」

上人開示:「一個人錢再多,總帶不去;才華再高,也不能保障他一生的穩定;現實生活中,一切都是那麼虛幻,漂浮不定。」

什麼才是生命中最踏實的安定力量呢?這就必需要到生命的終極關懷去尋找。只有在這裡,當一個人有了生命的終極關懷,不管什麼環境下,遇到什麼困難,總會循著一定的宗旨和方向安然前行。

本文摘自:《證嚴法師靜思語第一集
 

Mengapa masyarakat sedemikian tidak adilnya?

Ada orang bertanya:
Saya sering merasakan bahwa masyarakat adalah tidak adil, sebagai seorang cendekiawan, saya juga tidak bisa menahan diri untuk merasakan kalau tanggung jawabnya sangat berat dan tekanannya juga sangat besar.

Master menjawab:
Jika filosofi hidup berbeda, sudah tentu kondisi batin juga berbeda. Sama-sama dapat membedakan dengan jelas antara baik dan jahat, benar dan salah, maka jikalau orang tanpa agama berpegang pada hati yang tidak seimbang, sehingga ketika semakin besar tekad untuk menyelamatkan dunia, tekanannya akan terasa semakin besar; sedangkan umat beragama berkeinginan untuk menyelamatkan semua makhluk dengan segenap kemampuannya, jadi walau pun tanggung jawabnya berat, namun kondisi hatinya terasa sangat lapang dan lembut.

Dikutip dari buku Kata Perenungan Master Cheng Yen jilid 1
 
為什麼社會如此不公平?
 
有人問:「我常覺得社會不公平,身為學者的我,也不禁感到責任很重、壓力很大。」
上人開示:「人生觀不同,心態亦將不同。同樣能明辨世間善惡是非,無宗教信仰者,抱持不平之心,濟世之志愈大,壓力就愈大;有宗教信仰者,亦欲渡眾生,然其善盡本分,責任雖重,心態卻很寬柔。」

本文摘自:《證嚴法師靜思語第一集

Pembinaan Diri Dinamis

Ada orang bertanya kepada Master Cheng Yen:
Apakah perbedaan ketika Master dulu membina diri sendirian di rumah papan kecil dengan sekarang?

Master menjawab:
Dulu saya mencari pemahaman atas kondisi batin yang jernih melalui bentuk tulisan, tetapi sekarang saya mencoba memahami akan kebenaran, kebajikan dan keindahan dari dunia di dalam lingkungan yang dinamis.

Dikutip dari Jurnal Harian Master Cheng Yen edisi musim dingin tahun 2000
 
動態的修行
 
有人問:「上人在小木屋獨自清修之時與現在有何差異?」

上人回答:
「以前是在文字上去體會內心的清淨境界,現在則是在動態環境中,去體會普天下的真善美。」

本文摘自:《證嚴法師衲履足跡》2000年冬之
 

Saya sudah berbuat dengan sekuat tenaga, namun tidak dipahami oleh orang lain, apa yang dapat saya lakukan?

Ada orang bertanya
kepada Master Cheng Yen:
Saya sudah berbuat
dengan segenap hati dan sekuat tenaga, mengapa orang lain tidak mau memahami saya,
bahkan kerap memarahi?

Master menjawab:
Sebetulnya, jika anda menemukan kondisi demikian,
anda seharusnya sangat bergembira, sebab hal-hal sulit dalam hubungan sesama
dan gesekan antara satu sama lainnya merupakan sebuah ujian bagi diri kita.

Itu bagaikan sebilah pedang, harus digosok dengan batu asah,
barulah pedang menjadi tajam; batu giok juga harus digosok dengan batu kasar,
barulah menampakkan cahaya menyilaukan mata.

我全心付出,別人卻不諒解,怎麼辦?

有人問:我已盡了全心全力在做事,為什麼別人都不能諒解,還時常罵我呢?

上人的回答:
其實,碰到這些情況你要很高興才對。因為人事的艱難,彼此互相的琢磨,就是對我們的一種考驗。

就像一把劍一樣,需要磨刀石來磨,劍才會鋒利;璞玉也是要經過粗石琢磨,才會綻現耀眼的光芒。

Sabtu, 04 Agustus 2012

Manakah yang merupakan kewajiban di antara pekerjaan dan rumah tangga?

Ada orang bertanya kepada Master Cheng Yen:
Di antara peran sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga, manakah yang merupakan kewajiban?

Master menjawab:
Sehubungan dengan semakin majunya teknologi, sudah ada banyak produk elektronika yang memberikan kemudahan bagi semua orang, sehingga wanita zaman sekarang sudah bisa menjalankan peran ganda sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga secara bersamaan.

Mengikuti perubahan zaman, setiap orang hendaknya dapat memegang peranan multi fungsi, serta terus memberi tantangan bagi diri sendiri dan mengembangkan kemampuan terpendam dalam diri. Dalam menghadapi waktu yang berbeda dan masalah yang berbeda, masing-masing memiliki kewajiban diri pada “momen sekarang juga”.

Dikutip dari Tabloid Tzu Chi edisi 142
 
工作與家庭哪個才是本分?
 
有人問:職業婦女與家庭婦女,何者是本分?

上人開示:由於科技進步,許多電化製品帶給大家很多的方便,因此現代婦女在職業與家庭之間已可兩相兼顧。

因應時代變遷,每個人都該扮演多功能的角色,並且要不斷自我挑戰、發揮潛能。面對不同時空、不同人事,各有「當下」的本分。

本文摘自:《慈濟道侶》142

Apa yang terjadi sesudah mati?

Ada orang bertanya kepada Master Cheng Yen:
Konghucu pernah mengatakan “Jika anda tidak tahu akan awal kehidupan, bagaimana anda bisa tahu akan kematian?” Bagaimana cara kita memandang perkataan ini?
 
Master menjawab:
Ada sebagian orang merasa sangat khawatir karena tidak tahu bagaimana sebetulnya kondisi alam setelah kematian. Sesungguhnya, konsep moral dan berprilaku sebagai manusia saja sudah tidak tahu, bagaimana pula hendak mencari tahu tentang konsep moral dan berprilaku sebagai setan, bukankah hanya mengkhawatirkan hal yang tidak nyata saja? Telah disebutkan “jika ingin tahu akan benih karma dalam masa kehidupan lampau, lihat saja pada kondisi dalam masa kehidupan sekarang; jika ingin tahu buah karma dalam masa kehidupan mendatang, lihat saja pada apa yang diperbuat dalam masa kehidupan sekarang.” Daripada mengkhawatirkan hal yang akan terjadi sesudah mati, lebih baik menjaga kehidupan sekarang dengan lebih bersungguh hati – benih apa yang ditanam akan menuai buah itu pula. Artinya kita harus menjaga batin dan prilaku diri dengan sebaik mungkin, hal yang tidak bermanfaat bagi orang lain janganlah dilakukan, jika ingin melakukan sesuatu, lakukanlah hal yang mendidik dan memberi manfaat bagi masyarakat banyak. Jika dapat melakukan sesuatu sampai tidak mengganggu atau mencelakai orang, malah memberi manfaat pada orang, maka kita sudah boleh bertenang hati dan tidak perlu khawatir lagi akan tujuan sesudah kematian.
 
Mencengkam momen sekarang juga
 
Orang tersebut kembali bertanya:
Sekarang banyak dari organ tubuh manusia telah dapat ditranspantasikan dan membuat usia hidup manusia bertambah panjang, maka ada orang yang beranggapan bahwa di kemudian hari usia hidup manusia bisa mencapai 150 tahun. Bagaimana pandangan Master terhadap panjang pendeknya usia manusia? Apa pula makna daripada kehidupan ini?
 
Master menjawab:
Makna kehidupan terletak pada “sumbangsih”nya. Nilai kehidupan manusia bukan terletak pada panjangnya usia, melainkan pada seberapa banyak yang telah diperbuatnya, jika tidak pernah mengembangkan kemampuan intuitif dari kehidupan, sekali pun kehidupannya lebih panjang, juga tiada makna sama sekali.
 
Orang tersebut kembali bertanya:
Jika tahu akan masa mendatang, bukankah kita bisa lebih tahu apa yang hendaknya diperbuat pada saat sekarang?
 
Master menjawab:
Setiap orang tentu telah merencanakan masa depan masing-masing, namun masa depan ini masih dalam bentuk rencana dan belum pun diperbuat, jadi buah dari masa depan ini juga belum matang. Masa depan bukan berarti masa kehidupan mendatang saja, seperti sekarang ini, kemarin anda janji temu dengan saya, sekarang anda telah datang ke griya perenungan, inilah buah hasilnya. Benihnya adalah janji temu dan buahnya adalah anda datang ke griya perenungan, apakah buah ini telah berakhir? Masih belum, sebab anda masih mau mewawancarai saya, maka di griya perenungan ini kita masih ada janji temu untuk masa mendatang, di kemudian hari saya akan menerima wawancara kalian di RS Tzu Chi. Sekarang kita berbicara berhadapan muka, namun belum tahu apakah buah dari pembicaraan kita, walau kalian sudah ada sasaran berupa rencana akan menerbitkannya, namun jika tiada pembicaraan hari ini, menurut saya rencana ini masih belum berbuah. Jika ada rencana, tanpa wawancara hari ini, mana mungkin ada buah di kemudian hari berupa penerbitannya? Jadi tetap saja harus “mencengkan momen sekarang” juga untuk melakukannya.
 
Orang tersebut kembali bertanya:
Jadi kalau tidak melakukannya, tidak akan ada buah hasil?
 
Master menjawab:
Benar! Tak peduli hari ini apa yang anda katakan kepada saya, apa pula buah hasilnya di masa mendatang, pastinya akan ada sebuah hasil. Maka jangan bicarakan masa mendatang yang sedemikian jauh dan sulit dijangkau, jangan pula percaya pada takhayul nantinya kita akan ke mana, nantinya akan ke mana tidaklah penting, terpenting adalah apa yang akan diperbuat saat ini juga.

Dikutip dari buku “Hidup dan mati dengan nyaman” karangan Master Cheng Yen
 
死後是怎麼一回事?
 
有人問:孔子曾說「未知生,焉知死?」我們要怎麼看待這句話?
 
上人開示:
有些人很煩惱,不知死後的世界究竟是怎麼一回事。其實,做 人的道理都不曉得了,就想追求做鬼的道理,這不是庸人自擾嗎?所謂「欲知前世因,今生受者是;欲知來世果,今生做者是。」與其煩惱死後的事情,不如用心照 顧好當下的人生──種什麼因,得什麼果。意思就是要好好照顧自己的心和行為,不是利益別人的事就不要做,要做就做富有教育性、利益人群的事情。假如能做到 不妨礙人、不傷害人,能利益人,我們就可以安心,不必擔心死後的去向。
 
把握此時此刻
 
又問:現在很多器官都能移植,使人的壽命延長,所以有人認為:未來人類的壽命可達到一百五十歲。請問您怎麼看待壽命的長短?活著的意義又是什麼?
 
上人:活著的意義,在於「付出」。人生的價值不在於活了多久,而在做了多少事,如果沒有將生命的良能發揮出來,活得再久也無意義。
 
又問:如果知道未來,是否會比較知道現在該怎麼辦?
 
上人:每個人都會計畫未來,這種未來光是計畫還沒有做,所以未來的果就不能成熟。 所謂未來不一定指來世,以現在來說,昨天你跟我有約,今天來到精舍,這就是結果。「因」為有約,結「果」你來精舍,這個結果結束了沒?還沒有。因為你還要 採訪我,所以在精舍時我們還相約未來,未來就是到慈濟醫院接受你們的採訪。現在我們面對面談話,但是不知道談話之後的結果又是怎麼樣,雖然你有一個目標, 計畫要如何出版,但是如果沒有今天的談話,我想這個計畫還是沒有結果。有計畫,沒有現在的採訪行動,哪有未來的出版結果?所以還是必須「把握當下」去做。
 
又問:「所以沒有去做就沒有結果?」
 
上人:對!不管你今天跟我說什麼,未來的結果將成為什麼,總是有一個結果。所以不要談到來生來世那麼遙不可及的未來,不要迷信將來要去哪裡,將來到哪裡都不重要,最重要的是現在要怎麼做。

※本文摘自:證嚴上人著作《生死皆自在》

Bagaimana melatih diri dalam keseharian agar mendapatkan kebijaksanaan?

Ada seorang wanita yang datang bertanya kepada Master Cheng Yen, bagaimana caranya mendapatkan kebijaksanaan?

Master menjawab:
Jika dalam batin tiada hal-hal yang mengganggu pikiran, dalam setiap masalah dapat bersikap optimis dan melakukan segala sesuatunya dengan berpijak pada realitas, tentu akan mendapatkan kebijaksanaan.

Dalam keseharian harus lebih banyak membina diri, jangan memikirkan hal yang tidak ingin dikerjakan, juga jangan memikirkan hal yang tidak mampu dikerjakan, lebih banyak memikirkan hal yang pantas untuk dikerjakan, juga jalan pemikiran jangan terlalu rumit, sebab tidak merumitkan sesuatu adalah bijaksana.

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 30 Mei 2004
Dikutip dari: Jurnal Harian Master Cheng Yen edisi musim panas tahun 2004
 
平常怎麼訓練自己得智慧?
 
有位小姐前來,請示如何能得智慧?

上人的開示:
心無雜念,凡事樂觀,踏實做事,就會有智慧。

平常要多訓練自己,不要去想不想做的事,也不要去想做不到的事,多往該做的事去想,思想不要太複雜,簡單就是智慧。

證嚴上人開示於2004530
本文摘自:《證嚴上人衲履足跡》2004年夏之
 

Apa yang dimaksud dengan “Bodhicitta” (tekad mulai untuk mencapai pencerahan)?

Ada orang bertanya kepada Master Cheng Yen:
Apa yang dimaksud dengan “Bodhicitta”? Mengapa dalam berbuat kebajikan perlu membangkitkan “Bodhicitta”?

Master menjawab:
“Bodhi artinya pengetahuan benar (sampajanna), pengertian benar (samma-ditthi) dan kesadaran agung (samma-sambodhi), Bodhi adalah jalan, jalan adalah kesadaran, jadi Bodhicitta adalah jalan atau arah yang benar. Orang yang belum tersadarkan, semua yang dilakukannya selalu dengan pamrih, yaitu ingin mendapatkan uang banyak atau ingin mendapatkan keselamatan, kondisi batin dan prilaku yang menginginkan sesuatu sebagai balasan, telah pun jauh dari konsep pemikiran agama Buddha yang benar.”

Dikutip dari Jurnal Harian Master Cheng Yen edisi musim panas tahun 2000
 
何為「菩提心」?
 
有人問:何為「菩提心」?做善事為何要發「菩提心」?

上人的回答:
「『菩提』意義是正知、正見、正覺,菩提是道,道就是覺悟,菩提心便是正確的道路、方向。沒有覺悟的人,所做的往往都是有所求,求賺大錢、求保平安等等,這種有所求的心態與行為,即已遠離正確的佛教觀念。」

本文摘自:《證嚴法師衲履足跡》2000年夏之

Darimana asal “kejahatan”?

Ada orang bertanya kepada Master Cheng Yen:
Darimana asal kejahatan manusia? Mengapa orang bisa jahat?

Master menjawab:
Kejahatan manusia berasal dari dalam batin, pikiran jahat ini berasal dari kebiasaan buruk masyarakat, kecenderungan untuk bermewah-mewahan di dalam masyarakat telah menjadi godaan pada batin manusia, sehingga tidak mampu lagi menjaga sifat hakiki yang semula baik, berubah menjadi kebiasaan buruk yang hanya mencari kenikmatan semata dan suka berbuat jahat.

Dikutip dari Jurnal Harian Master Cheng Yen edisi musin gugur tahun 2008
 
「惡」來自於何處?
 
有人問:人的惡是來自於何處?為何人會有惡?

上人的回答:
人的惡是來自於內心,這一念心是來自於社會的習性,因為社會奢侈的風氣引誘了心靈,就無法守於原本善良的心性,變成享受、為惡的習性。

本文摘自:《證嚴上人衲履足跡》2008年秋之

Jika suka pada orang yang tadinya dibenci, apakah ini menunjukkan bahwa jiwa kebijaksanaan telah tumbuh berkembang?

Ada orang bertanya kepada Master Cheng Yen:
Jika ingin mengukur apakah jiwa kebijaksanaan kita ada tumbuh berkembang, bolehkah menjadikan “orang yang tadinya sangat kita benci, sekarang kita merasa gembira kala berjumpa dengannya” sebagai dasar pengukuran?
 
Master menjawab:
Tumbuhnya tidaknya jiwa kebijaksanaan tergantung pada kemampuan kita untuk bersikap “setara”. Jika tiada orang yang secara khusus kita sukai, juga tiada orang yang secara khusus kita benci, di mana kita memiliki kewelas asihan yang setara terhadap musuh mau pun sanak keluarga, pada saat inilah kita telah mencapai “tahap pencerahan maya” daripada tingkatan batin Bodhisattva, ini baru benar-benar merupakan kebijaksanaan yang telah tumbuh berkembang.
 
Dikutip dari: Jurnal Harian Master Cheng Yen edisi musim semi tahun 2002
 
喜歡原本討厭的人,代表慧命增長了?
 
有人問:若要測度自己的慧命有否成長,是否可以「本來是自己很討厭的人,現在看到了會覺得喜歡」來做為評量的依據
 
上人的回答:
慧命有無增長,要看是否做到「平等」。沒有我特別喜歡的人,也沒有我特別討厭的人,能夠等念怨親,平等慈悲,這時已到「等覺位」的菩薩心境,這才是真正慧命的成長。
 
本文摘自:《證嚴法師衲履足跡》2002年春之卷

Rabu, 20 Juni 2012

Apa yang terbawa pergi sewaktu mati?


Ada orang yang bertanya kepada Master Cheng Yen:
Bagaimana caranya membina diri sampai mencapai pencerahan dan memperoleh kebebasan?

Master menjawab:
“Lahir tiada yang terbawa datang, mati tiada yang terbawa pergi. Walau pun memiliki tanah seluas ribuan hektar, akhirnya hanya akan tersisa setumpuk tanah saja, biar pun meninggalkan kekayaan berlimpah ketika mati, malah ditakutkan kalau anak cucu akan saling berhitungan demi memperebutkan harta ini dan hanya melahirkan karma buruk saja.”

Dari itu, dari segala yang dimiliki di kala hidup, hanya satu jenis saja yang terbawa pergi di kala mati, yaitu “rapor kehidupan”, rapor yang berisi kebaikan dan kejahatan selama masa kehidupan, itulah yang terbawa pergi. Jadi kita harus berusaha sepenuhnya untuk menunaikan kewajiban hidup dengan lebih banyak menanam benih kebajikan, barulah nantinya akan menuai buah kebajikan pula di masa kehidupan mendatang.

Dikutip dari “Almanak Tzu Chi” tahun 1966-1992
 
死後可以帶走甚麼?
 
有人問:要如何才能修行到明心見性,獲得解脫呢?

上人開示:「生不帶來,死不帶去。儘管土地千頃,最後也只黃土一堆,縱使披金戴玉進入棺木,怕的是子孫將來還會為這些翠玉鑽石相計較,徒生罪業。」

所以,人生萬般,唯有一項帶得走,那就是「人生的成績單」,人生善惡的成績單,就是我們帶得去的。要盡人生的本分,多種善因,才能結善果。

本文摘自:《慈濟年鑑》1966-1992

Sulit memilih antara pekerjaan atau misi, bagaimanakah jalan ke luarnya?

Ada seorang pengusaha yang bertanya kepada Master Cheng Yen:
“Saya banyak memiliki teman dari Tzu Chi, termasuk isteriku juga adalah insan Tzu Chi, mereka selalu mendorongku agar lebih banyak berpartisipasi dalam kegiatan Tzu Chi, namun saya tidak dapat melepaskan bisnisku, namun juga berkeinginan untuk lebih banyak berpartisipasi dalam kegiatan Tzu Chi, jadinya batinku terasa sedikit terbebani.”

Master menjawab:
Jangan merasa terbebani, Tzu Chi adalah misi, misi berarti harus dilakukan dengan hati penuh keikhlasan, jika tidak ikhlas, tentu tidak perlu dilakukan.
 
Akan tetapi, sebetulnya misi dan pekerjaan tidak berbentrokan. Tzu Chi dapat berjalan selama banyak tahun ini, itu dikarenakan masyarakat semakin berkembang dan ekonomi semakin maju, makanya kita memiliki kemampuan untuk memberikan bantuan pada orang, saya selalu mengatakan kalau setiap orang harus terlebih dahulu menjaga pekerjaan dan keluarga dengan baik, barulah membicarakan partisipasinya dalam misi-misi Tzu Chi.

Namun pekerjaan kadangkala belum tentu berkaitan dengan nyawa kehidupan, sedangkan misi terus saling berkaitan dengan nyawa kehidupan, itu dikarenakan manusia tidak memiliki hak milik atas segala sesuatu di dunia ini, termasuk tubuhnya sendiri. Kita tidak tahu pada detik mana napas kita tiba-tiba akan terhenti, begitu napas terhenti, segala sesuatu di dunia ini sudah tiada kaitannya lagi dengan kita lagi. Jadi biar seberapa besar pun bisnis kita, kadangkala juga tidak ada kaitannya dengan nyawa kehidupan kita, maka sering saya katakan kalau manusia tidak memiliki hak milik atas kehidupannya, hanya memiliki hak pakai saja, tak peduli itu berupa nyawa kehidupan atau pun harta.

Dikutip dari Jurnal Harian Master Cheng Yen edisi musim dingin tahun 2002
 
志業與事業難以取捨,怎麼辦?
 
有實業家問:「身邊有很多慈濟的朋友,包括我自己的同修師姊也是慈濟人,他們一直鼓勵我多投入,可是我放不開事業,但又想多投入志業,所以覺得有一些壓力。」

上人的回答:
請不要有壓力,慈濟是志業,志業就是心甘情願,假如是不甘不願,就不一定要接受。

不過,志業與事業並不衝突。慈濟能走過這麼多年,就是因為社會發展,經濟豐富,我們才有力量去做救人的工作,所以我常說先把事業與家業照顧好,再來談志業。

事業有時候未必與生命相關,志業卻是一直與人的生命息息相關,因為人對世間的一切都沒有所有權,包括自己的身體。我們不知道哪一秒鐘會突然停止呼吸,呼吸 一停,天地萬物與我都沒有關係。所以事業再大,有時候與自己的生命也無關,因此我常說人生沒有所有權,只有使用權,不論是生命或金錢。

本文摘自:《證嚴法師衲履足跡》2002冬之